
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mencatat sebanyak 104 kejadian bencana yang terjadi sepanjang periode hingga 31 Maret 2026. Data tersebut bersumber dari Pusdalops BPBD Ponorogo sebagai bagian dari rekapitulasi penanganan bencana di wilayah tersebut.
Dari total kejadian tersebut, bencana tanah longsor menjadi yang paling dominan dengan 38 kejadian. Disusul cuaca ekstrem sebanyak 33 kejadian dan banjir sebanyak 31 kejadian. Sementara itu, gempa bumi tercatat paling sedikit dengan 2 kejadian.
Sebaran kejadian bencana hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Beberapa wilayah dengan jumlah kejadian cukup tinggi antara lain Kecamatan Ngrayun dan Sawoo yang didominasi oleh tanah longsor, serta Kecamatan Siman yang mencatat kejadian banjir dan cuaca ekstrem cukup signifikan. Kecamatan Jambon dan Balong juga menjadi wilayah dengan intensitas bencana yang cukup tinggi, terutama banjir dan longsor.
Selain itu, wilayah seperti Kecamatan Ponorogo, Sukorejo, dan Jenangan juga mengalami berbagai jenis bencana seperti banjir, longsor, hingga cuaca ekstrem. Sementara kawasan dataran tinggi seperti Ngebel, Pudak, dan Pulung lebih banyak terdampak tanah longsor dan cuaca ekstrem.
BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kejadian bencana kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Dengan tingginya angka kejadian bencana tersebut, BPBD Ponorogo terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat.
