BPBD Ponorogo Catat 182 Kejadian Bencana Hingga Mei 2026

BPBD Kabupaten Ponorogo melalui Pusdalops mencatat sebanyak 182 kejadian bencana di Kabupaten Ponorogo selama periode Januari hingga 31 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, tanah longsor menjadi bencana yang paling dominan dengan 101 kejadian, disusul banjir 42 kejadian, cuaca ekstrem 37 kejadian, dan gempa bumi 2 kejadian.

Data menunjukkan bahwa wilayah dengan kejadian tanah longsor tertinggi berada di Kecamatan Pulung sebanyak 23 kejadian, diikuti Ngebel dan Slahung masing-masing 15 kejadian. Tingginya curah hujan dan kondisi geografis perbukitan menjadi faktor utama yang memicu terjadinya longsor di sejumlah wilayah tersebut.

Untuk kejadian banjir, Kecamatan Jambon mencatat jumlah terbanyak dengan 7 kejadian, disusul Siman sebanyak 6 kejadian serta Ponorogo dan Balong masing-masing 5 kejadian. Sementara itu, kejadian cuaca ekstrem paling banyak terjadi di Kecamatan Sawoo dengan 6 kejadian dan Mlarak sebanyak 5 kejadian.

BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Masyarakat juga diharapkan aktif melakukan upaya mitigasi, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melaporkan kejadian kebencanaan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.(rh)