
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Wagir Lor dan Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel. Bantuan tersebut diserahkan oleh Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo pada Senin, 6 April 2026, kepada warga terdampak, salah satunya rumah milik Bapak Kamto.
Berdasarkan laporan pengkajian cepat, peristiwa tanah longsor terjadi pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama di wilayah Kecamatan Ngebel. Kondisi tanah yang menjadi gembur menyebabkan talud penahan bangunan longsor dengan ukuran kurang lebih panjang 4 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman sekitar 1 meter. Material longsoran juga menyebabkan pagar rumah terbawa dan berpotensi membahayakan bangunan di sekitarnya.
Selain itu, terdapat ancaman lanjutan dari batu dan material longsoran yang berada di atas area dekat rumah warga lain. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi kembali, dikhawatirkan longsor susulan dapat menimpa bangunan di bawahnya. Hingga saat ini, material longsoran belum dilakukan pembersihan, namun kondisi bencana ditetapkan dalam status tidak darurat.
BPBD Ponorogo bersama pemerintah desa setempat telah melakukan langkah penanganan dengan mendatangi lokasi, melakukan kaji cepat, serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi terpal, sandbag, makanan siap saji, tambahan gizi, dan roti untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat terjadi hujan dengan durasi lama. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dinilai penting guna meminimalisir risiko bencana serta menjaga keselamatan warga.(rh)
