
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo merilis rekapitulasi kejadian bencana di Kabupaten Ponorogo hingga 31 Oktober 2025. Berdasarkan data Pusdalops BPBD, total terdapat 138 kejadian bencana yang tersebar di 21 kecamatan.
Jenis bencana paling dominan adalah tanah longsor dengan 67 kasus, disusul banjir sebanyak 41 kasus, serta cuaca ekstrem sebanyak 20 kasus. Selain itu, terdapat 7 kejadian kebakaran hutan dan lahan, 2 kejadian kekeringan, dan 1 kejadian kebakaran gedung atau permukiman.
Beberapa kecamatan menempati posisi tertinggi dalam frekuensi bencana. Kecamatan Ngebel mencatat 17 kejadian, terdiri dari 14 tanah longsor dan 3 cuaca ekstrem. Kecamatan Bungkal juga termasuk wilayah terdampak signifikan dengan 13 kejadian banjir, longsor, hingga cuaca ekstrem. Sementara Kecamatan Balong mengalami 14 kejadian bencana yang didominasi banjir, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan.
Kecamatan lainnya seperti Sampung, Badegan, Kauman, Jenangan, Babadan, Sukorejo, Jetis, Sawoo, hingga Sooko juga melaporkan kejadian bencana dengan variasi jenis yang berbeda. Pola yang tampak menunjukkan wilayah-wilayah dengan kontur perbukitan paling banyak terdampak tanah longsor, sedangkan daerah dataran rendah kerap dilanda banjir.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan seperti lereng perbukitan, bantaran sungai, dan kawasan dengan riwayat bencana berulang.(rh)
