
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menyerahkan bantuan darurat kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Dukuh Setumbal, Desa Jurug, Kecamatan Sooko, pada Sabtu 8 November 2025. Bantuan ini diberikan sebagai tindak lanjut atas serangkaian kejadian longsor yang terjadi sehari sebelumnya akibat hujan dengan intensitas ringan hingga deras yang mengguyur kawasan setempat selama beberapa hari.
Longsor pertama dilaporkan terjadi pada Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas piket BPBD menerima informasi dari perangkat desa setempat bahwa pekarangan di samping rumah salah satu warga mengalami longsor dan mengancam bangunan yang berada di bawahnya.
Pada lokasi pertama di RT 02 RW 03, longsoran menggerus pekarangan rumah dan mengancam satu bangunan milik warga bernama Lastri yang dihuni dua jiwa.
Di lokasi kedua, RT 04 RW 06, material longsor merusak pekarangan dan menimpa kandang kambing milik warga. Tiga jiwa dalam satu keluarga terdampak pada kejadian ini, masing-masing atas nama Paeran, Tumini, dan Joko. Warga bersama perangkat desa melakukan penutupan area longsoran secara darurat dengan perlengkapan seadanya untuk mengantisipasi longsor susulan.

Lokasi ketiga masih berada di RT 04 RW 06, di mana longsoran serupa turut menggerus lahan pekarangan dan mengancam dua rumah di bawahnya. Tiga jiwa penghuni rumah terdampak, yakni Narno, Yubibid, dan Imroatul, serta dua keluarga lain dengan total lima jiwa berada dalam posisi terancam.
BPBD Ponorogo menyatakan pemantauan terus dilakukan mengingat kondisi tanah yang labil serta intensitas hujan yang masih mungkin meningkat. Tim BPBD juga telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan pemerintah desa, serta mendistribusikan bantuan berupa terpal di masing-masing titik.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. BPBD mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan terutama pada wilayah dengan kemiringan tanah cukup curam serta rentan terhadap pergerakan tanah.(rh)
