
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana tanah longsor dan angin kencang di tiga lokasi berbeda pada Senin (27/10). Bantuan diserahkan kepada warga di Desa Sempu dan Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, serta Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung.
BPBD Ponorogo melalui tim lapangan menyebutkan bahwa pendistribusian logistik ini merupakan tindak lanjut hasil kaji cepat terhadap kejadian bencana yang terjadi sejak akhir pekan lalu.
Di Desa Sempu, Kecamatan Ngebel, bencana angin kencang terjadi pada Minggu (26/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan atap rumah milik Bapak Harmoko roboh di Dukuh Seglagah RT 01/RW 02. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena penghuni rumah sedang berada di rumah nenek. Warga bersama perangkat desa telah melakukan pembersihan material secara gotong royong.

Masih di wilayah Ngebel, tanah longsor juga terjadi di Desa Pupus pada Senin (27/10) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur sejak malam sebelumnya menyebabkan tanah jenuh hingga mengakibatkan longsor menimpa rumah milik Ibu Mitun di RT 003/RW 002, Dukuh Pupus. Longsor menimpa dinding utama, kamar mandi, dan dapur rumah. Tidak ada korban jiwa, namun dua kepala keluarga dengan empat jiwa terdampak dan kini mendapat bantuan logistik dari BPBD.
Sementara itu, di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, tanah longsor terjadi pada Jumat (24/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Hujan intensitas sedang hingga deras selama lima jam menyebabkan tebing setinggi enam meter longsor dan menimpa tembok rumah serta kandang kambing milik Ibu Sarni di Dukuh Krajan. Material longsor belum dibersihkan sepenuhnya karena kondisi masih labil dan berpotensi longsor susulan.

BPBD Ponorogo bersama unsur TNI, Polri, perangkat desa, dan warga telah melakukan kaji cepat di tiga lokasi tersebut serta menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, lauk pauk, tambahan gizi, makanan siap saji, terpal, paket kebersihan, sandbag, dan paket sandang.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan, terutama di lokasi longsor yang masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Ponorogo,” ujar Harmawan Analis Kebijakan BPBD Ponorogo.(rh)
