
Dalam kurun waktu dua hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana tanah longsor yang terjadi di tiga titik wilayah berbeda. Longsor tersebut melanda Desa Tempuran dan Desa Sawoo di Kecamatan Sawoo, serta Desa Wagir Kidul di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (23/10) sore di RT 02 RW 05 Dukuh Karangrejo, Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo. Tebing setinggi 4 meter dan panjang 5 meter longsor setelah wilayah tersebut diguyur hujan selama sekitar lima jam. Material longsoran menimpa tembok bagian belakang rumah milik Ibu Tukijem (71), mengenai bagian gudang dan kamar tidur. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Personil BPBD Ponorogo langsung melakukan kaji cepat di lokasi, berkoordinasi dengan perangkat desa, serta memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada.
Longsor kedua terjadi di RT 04 RW 01, Dukuh Ngemplak, Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo. Hujan dengan intensitas sedang menyebabkan talud penahan badan jalan sepanjang 7 meter dan tinggi 3 meter ambrol, sehingga mengancam badan jalan poros desa yang menjadi akses utama masyarakat.
Sementara itu, kejadian ketiga terjadi sehari kemudian, Jumat (24/10) malam, di RT 02 RW 03, Dukuh Krajan, Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung. Longsor dengan tinggi 6 meter dan panjang 5 meter menimpa bagian samping rumah serta kandang kambing milik Ibu Sarni (68) dan Yati (65).

Seluruh kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah Ponorogo bagian timur selama beberapa jam. Kondisi tanah yang labil di sekitar tebing memperparah potensi longsor susulan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Ponorogo segera mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, koordinasi lintas sektor, dan penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi sembako, lauk pauk, makanan siap saji, tambahan gizi, terpal, selimut, alas tidur, paket kebersihan, paket sandang, perlengkapan makan dan masak, sandbag, serta famili kit.
Meski tidak ada korban jiwa, BPBD mengimbau warga yang tinggal di lereng atau dekat tebing agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim hujan.
BPBD Ponorogo terus menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan di wilayah rawan longsor Kabupaten Ponorogo.(rh)
