
BPBD Ponorogo merilis data rekapitulasi kejadian bencana yang terjadi sepanjang tahun hingga 31 Mei 2025. Total terdapat 107 kejadian bencana yang tersebar di berbagai kecamatan, dengan bencana tanah longsor menjadi jenis yang paling dominan.
Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Ponorogo, dari total 107 kejadian, sebanyak 56 di antaranya merupakan bencana tanah longsor. Disusul banjir sebanyak 41 kejadian dan cuaca ekstrem sebanyak 10 kejadian.
Sebaran Kejadian Bencana:
Tanah Longsor (56 kejadian):
Kecamatan dengan kejadian longsor terbanyak adalah Slahung (13 kejadian), disusul Ngebel (11), Ngrayun (11), dan Sooko (7). Kecamatan lain seperti Bungkal, Sambit, dan Sawoo juga turut mengalami kejadian serupa meskipun dalam jumlah lebih sedikit.
Banjir (41 kejadian):
Banjir paling banyak tercatat di Kecamatan Balong dengan 14 kejadian, diikuti Bungkal dan Ngebel masing-masing 11 dan 2 kejadian. Kecamatan Kauman, Jambon, dan Sambit juga melaporkan adanya banjir.
Cuaca Ekstrem (10 kejadian):
Cuaca ekstrem tersebar di beberapa kecamatan seperti Babadan, Jenangan, Ngebel, Pulung, Sampang, Sooko, dan Ngrayun. Meskipun jumlahnya lebih kecil, cuaca ekstrem tetap berpotensi memicu kerusakan lingkungan dan infrastruktur.
Peta sebaran pada infografis menunjukkan bahwa wilayah selatan dan timur Kabupaten Ponorogo merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana lebih tinggi, khususnya Kecamatan Slahung, Ngrayun, dan Sooko.(rh)
