Penanganan Longsor di Jalur Lingkar Telaga Ngebel Masih Berlanjut, Akses Jalan Ditutup

Penanganan bencana tanah longsor di jalur Lingkar Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga saat ini (31/03/2026), akses jalan masih ditutup total demi menjaga keselamatan pengguna jalan serta kelancaran proses penanganan di lokasi kejadian.

Longsor terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 WIB di Dukuh Nglingi (Petak 64), Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel. Bencana dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung kurang lebih dua jam, menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh dan akhirnya longsor menutup badan jalan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Ponorogo, DPUPKP Ponorogo, Perhutani, Dinas Pariwisata Ponorogo, TNI-Polri, serta unsur Forkopimcam Ngebel bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. Pembersihan material longsor kini telah dilakukan menggunakan alat berat, dan dilanjutkan dengan penyemprotan untuk membersihkan sisa tanah di badan jalan.

Meski demikian, hasil pemantauan terbaru menggunakan drone menunjukkan adanya retakan di bagian atas tebing lokasi longsor. Kondisi ini mengindikasikan potensi longsor susulan, sehingga penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati.

Dengan tinggi tebing mencapai sekitar 15 meter dan panjang longsoran kurang lebih 20 meter, dampak yang ditimbulkan cukup signifikan, yakni tertutupnya total akses jalan lingkar Telaga Ngebel. Petugas juga telah memasang rambu-rambu penutup jalan guna mengantisipasi risiko bagi masyarakat.

BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman untuk dilalui kembali.(rh)