
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mencatat sebanyak 46 kejadian bencana terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo hingga 31 Januari 2026. Data tersebut dirilis oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Ponorogo sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kesiapsiagaan bencana daerah.
Berdasarkan rekapitulasi, jenis bencana yang paling dominan adalah tanah longsor dengan total 21 kejadian. Selain itu, tercatat 11 kejadian cuaca ekstrem, 11 kejadian banjir, dan 3 kejadian gempa bumi. Bencana-bencana tersebut tersebar di hampir seluruh kecamatan, dengan intensitas tertinggi terjadi di wilayah rawan longsor dan daerah yang memiliki kontur perbukitan serta aliran sungai.
Sebaran kejadian menunjukkan Kecamatan Ngrayun menjadi wilayah dengan jumlah tanah longsor terbanyak, disusul Kecamatan Sawoo, Slahung, dan Balong. Sementara kejadian banjir tercatat di antaranya di Kecamatan Balong, Bungkal, Kauman, Siman, dan Jetis. Adapun cuaca ekstrem banyak terjadi di Kecamatan Pulung, Sawoo, Pudak, dan Jenangan.
BPBD Kabupaten Ponorogo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim hujan, serta segera melaporkan potensi bencana guna meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.(rh)
