Gempa M 6,2 Guncang Pacitan, Sejumlah Wilayah di Ponorogo Terdampak Kerusakan

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06.10 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di laut pada koordinat 8,98° LS dan 111,18° BT, atau sekitar 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer.
Akibat gempa tersebut, sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo turut terdampak. Data Pusdalops BPBD Ponorogo mencatat terdapat satu kejadian bencana yang berdampak pada lima kecamatan dan enam desa/kelurahan. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat pada bangunan rumah warga dan fasilitas umum.


Di Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, tepatnya di Dukuh Banyan, dilaporkan bangunan dapur mengalami ambrol dengan kondisi rusak berat. Selain itu, atap bangunan kamar mandi juga mengalami kerusakan berat. Sementara itu, di Kelurahan Surodikraman, Kecamatan Ponorogo, gempa menyebabkan robohnya tembok dapur, kamar tidur, dan kamar mandi milik warga, serta kerusakan berat pada atap bangunan kamar mandi, kamar tidur, dan dapur.


Kerusakan juga terjadi di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Dukuh Bogem. Beberapa kayu penahan asbes dilaporkan patah, serta kayu penahan genting yang berisiko menyebabkan atap rumah roboh secara total. Di Desa Gombang, Kecamatan Slahung, Dukuh Krajan, satu sisi tembok rumah milik Ibu Supi 1 dilaporkan roboh dengan kategori rusak berat, sementara rumah milik Bapak Muh Arif mengalami kerusakan sedang pada bagian tembok kamar.


Selain rumah warga, fasilitas umum juga terdampak. Di Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, tepatnya di Gedung Terpadu, ditemukan retakan pada dinding ruang auditorium, ruang Medical Elektromedik, serta dinding toilet lantai enam. Adapun di Desa Singosaren, Kecamatan Jenangan, gempa mengakibatkan genteng berjatuhan dan plafon di sebagian dalam masjid mengalami kerusakan ringan.


BPBD Kabupaten Ponorogo tepah memberikan bantuan dadurat kepada warga terdampak, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan tambahan atau kondisi darurat lainnya kepada pihak berwenang.(rh)