Rekap Kejadian Bencana di Ponorogo, 117 Peristiwa Tercatat Hingga Akhir Agustus 2025

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo merilis data rekap kejadian bencana hingga 31 Agustus 2025. Berdasarkan laporan yang dihimpun Pusdalops BPBD Ponorogo, tercatat 117 peristiwa bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo sepanjang tahun ini.

Jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah tanah longsor dengan 60 kejadian, diikuti banjir sebanyak 41 kejadian, cuaca ekstrem 13 kejadian, serta masing-masing satu kejadian kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, dan kebakaran gedung/pemukiman.

Beberapa kecamatan menjadi daerah dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Kecamatan Ngrayun mencatat jumlah kejadian tertinggi, yakni 23 kejadian yang terdiri dari banjir (11), tanah longsor (11), dan cuaca ekstrem (1). Sementara Kecamatan Pulung juga cukup rawan dengan 8 kejadian, terdiri dari tanah longsor (6) dan cuaca ekstrem (2).

Bencana banjir paling banyak terjadi di Kecamatan Balong dengan 14 kejadian. Sedangkan Kecamatan Ngebel melaporkan 14 kejadian bencana, meliputi tanah longsor (12) dan cuaca ekstrem (2).

Berikut sebaran beberapa bencana di kecamatan lainnya:
Kecamatan Sawoo: banjir (2), tanah longsor (2), kekeringan (1).
Kecamatan Sambit: banjir (2), tanah longsor (2), cuaca ekstrem (1), kebakaran hutan dan lahan (1).
Kecamatan Siman: banjir (1), cuaca ekstrem (1).
Kecamatan Sooko: tanah longsor (7), cuaca ekstrem (1).
Kecamatan Sukorejo: kebakaran gedung/pemukiman (1).
Kecamatan Kauman: banjir (3).
Kecamatan Jambon: banjir (5).
Kecamatan Jetis: banjir (1).
Kecamatan Bungkal: banjir (11), tanah longsor (3).
Kecamatan Badegan: tanah longsor (2).
Kecamatan Babadan: cuaca ekstrem (2).
Kecamatan Jenangan: cuaca ekstrem (1).
Kecamatan Ponorogo (Kota): banjir (2), cuaca ekstrem (2).
Kecamatan Sampung: banjir (1), cuaca ekstrem (1).

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama memasuki musim hujan yang sering memicu banjir dan tanah longsor.

Dengan total 117 kejadian hingga akhir Agustus, BPBD terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan berbagai pihak terkait untuk meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat Ponorogo.(rh)