BPBD Ponorogo Berikan Bantuan Darurat Warga Terdampak Bencana Tanah Longsor Dan Cuaca Ekstrem di Dua Kecamatan.

BPBD Ponorogo memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana tanah lonsor dan angin kencang yang terjadi di Desa Suru dan Desa Bedoho Kecamatan Sooko dan Desa Wagir Kidul Kecamatan Pulung. Bantuan yang diserahkan meliputi peralatan untuk penanggulangan darurat bencana seperti terpal dan logistik kebutuhan dasar seperti sembako dan makanan siap saji. Bantuan diserahkan oleh Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo pada Selasa (27/5).

Rentetan bencana alam melanda wilayah Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Tanah longsor dan angin kencang menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan kebun warga. Berkat gotong royong dan koordinasi cepat, BPBD Ponorogo bersama warga dan pihak berwenang lainnya telah melakukan penanganan untuk memitigasi dampaknya.

Pada Sabtu, 24 Mei 2025, sekitar pukul 06.00 WIB, tanah longsor terjadi di Dukuh Popongan, Desa Suru, Kecamatan Sooko. Hujan ringan hingga sedang yang turun pada Jumat, 23 Mei 2025, menyebabkan tebing setinggi 15 meter dengan lebar 10 meter longsor. Material longsor menimpa bagian dapur rumah milik Sunarto. Saat ini, warga telah bergotong royong membersihkan material longsor dan membuat saluran irigasi untuk mengatasi sumber air resapan yang mengalir ke rumah. Sebagian dinding rumah mengalami kerusakan, dan kebun milik Sunarto saat ini tidak dapat ditanami lagi akibat dampak bencana ini.

Senin, 26 Mei 2025, angin kencang yang disertai hujan pada malam sebelumnya menyebabkan kerusakan di Dukuh Jetis, Desa Bedoho, Kecamatan Sooko. Dapur rumah milik Sujadi roboh akibat hantaman angin yang terjadi antara pukul 18.00 hingga 23.00 WIB pada Kamis, 22 Mei 2025. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan pemilik rumah tetap bertahan di tempat tinggal mereka. Warga sekitar telah berinisiatif melakukan kerja bakti guna membersihkan puing-puing dan membangun kembali bagian dapur yang rusak.

Bencana tanah longsor lainnya terjadi di Dukuh Kerep, Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, pada Jumat, 23 Mei 2025, sekitar pukul 18.30 WIB. Tebing setinggi 4 meter dengan lebar 3 meter longsor dan mengancam pondasi rumah milik Suprapto. Merespons kondisi darurat ini, tim gabungan telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan perangkat desa. Warga dijadwalkan untuk melakukan kerja bakti pada Minggu, 25 Mei 2025, guna memperkuat struktur rumah yang terdampak.(rh)