
Bencana tanah longsor menerpa beberapa desa di Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. BPBD Kabupaten Ponorogo langsung merespons kejadian tersebut dengan memberikan bantuan darurat kepada para korban. Tanah longsor terjadi di Desa Dayakan (Kec. Pulung), Desa Jurug (Kec. Sooko), dan Desa Dayakan (Kec. Badegan).
BPBD Ponorogo telah melakukan kaji cepat, koordinasi dengan pemangku kebijakan setempat, dan memberikan bantuan darurat kepada para korban. Bantuan yang diberikan meliputi terpal, makanan tambahan gizi, dan peralatan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. BPBD juga terus mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, khususnya saat hujan deras.

Sebelumnya dilaporkan telah terjadi bencana tanah longsor Di Desa Jurug, Kecamatan Sooko pada Senin (10/5) tepatnya di RT 01/RW 06, Dukuh Setumbal, lingkungan Mbelik, tanah longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berlangsung lama. Hujan yang mulai sejak pukul 16.00 WIB hingga 23.30 WIB menyebabkan tebing dengan tinggi 10 meter dan lebar 15 meter di depan rumah ambruk, termasuk sebagian teras rumah yang menjadi akses. Warga setempat langsung melakukan kerja bakti untuk membuat aliran air agar tidak merembes ke tanah.
Di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, tepatnya di RT 03/RW 01, Dukuh Krajan, pada Minggu (18/5) hujan dengan intensitas deras menyebabkan tebing di belakang rumah Bapak Pujianto longsor. Tebing dengan tinggi 15 meter dan panjang 30 meter longsor dan menimpa tembok rumah yang sedang dalam renovasi. Bapak Pujianto dan keluarganya sempat mengungsi ke rumah saudara karena rumah dalam kondisi tidak aman.
Di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, tepatnya di Dukuh Jurang Sempu, hari Senin (19/5) terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang menyebabkan tebing di samping rumah juga longsor. Material longsoran mengenai dinding rumah bagian dapur, mengakibatkan kerusakan sedang.(rh)
