Hujan Deras Melanda Ponorogo, BPBD Ponorogo Lakukan Evakuasi Pohon Tumbang Dan Pemantauan Luapan Sungai.

Jumat 22 November 2024 hujan deras disertai angin kencang kembali melanda wilayah Ponorogo dalam waktu yang lama. Akibatnya beberapa pohon tumbang menimpa rumah dan jalan. Personil BPBD Ponorogo segera melakukan jaring komunikasi dengan pemerintah desa, potensi relawan, dan instansi lainnya untuk memetakan dampak dari hujan deras dan angin kencang.

Didapati informasi beberapa pohon tumbang menimpa rumah dan jalan akibat dasri cuaca ekstrem. Antara lain : 1. Pohon Sono Keling tumbang menimpa kabel PLN dan teras rumah warga di Kelurahan Jinglong, Kecamatan Ponorogo; 2. Pohon Jati tumbang menimpa kabel PLN dan 2 rumah warga di Jalan Nusantara Dukuh Bedali Desa Campursari, Kecamatan Sambit; 3. Pohon Mangga tumbang menimpa kabel PLN dan 1 rumah warga di Dukuh Ngadiyono Desa Besuki Kecamatan Sambit; 4. Pohon Jati tumbang menutup akses jalan Desa Grogol di Dukuh Sisir Desa Grogol Kecamatan Sawoo; 5. Pohon Trembesi tumbang menutup Jalan Nasional III Ponorogo – Trenggalek di Desa Winong Kecamatan Jetis.

Personil BPBD Ponorogo bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo, TNI, POLRI, Relawan, Masyarakat, dan Dinas terkait lainnya segera melakukan pemotongan dan pemindahan batang pohon yang tumbang ke lokasi yang lebih aman. Dilaporkan arus lalu lintas di lokasi pohon tumbang kembali normal.

Dilaporkan di tempat lain terjadi banjir akibat luapan sungai, antara lain : 1. Banjir luapan Sungai Gendol menggenangi jalan dan pekarangan warga setinggi -/+ 15 cm di Dukuh Jabung II Desa Jabung Kecamatan Mlarak; 2. Banjir luapan Sungai Gendol menggenangi jalan dan pekarangan warga setinggi -/+ 20 cm di Desa Tegalsari Kecamatan Jetis.

Personil BPBD Ponorogo bersama TNI, Polri, BBWS, dan potensi relawan melakukan patroli pemantauan debit sungai untuk antisipasi jika terjadi luapan yang lebih besar akan dilakukan upaya evakuasi.

Dilaporkan alat Sistem Peringatan Dini Banjir yang terpasang di Dam Gendol Desa Jabung Kecamatan Mlarak rusak diterjang material bambu yang terbawa derasnya aliran sungai.