
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo melaksanakan kegiatan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Wates, Kecamatan Slahung, pada Selasa (14/7/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang ada di wilayahnya.
Desa Wates merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi ancaman bencana berupa tanah longsor dan kekeringan. Kondisi geografis dengan kawasan perbukitan serta keterbatasan sumber air pada musim kemarau menjadikan desa ini memerlukan peningkatan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana.
Melalui pembentukan Destana, BPBD Ponorogo memberikan pendampingan kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk membangun sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas. Masyarakat didorong agar mampu mengenali potensi ancaman, menyusun langkah-langkah mitigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.

Kegiatan ini bertujuan membentuk masyarakat yang mandiri, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana. Selain itu, pembentukan Destana juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, relawan, dan seluruh unsur masyarakat dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana di Desa Wates, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan risiko bencana semakin meningkat. Dampak yang diharapkan adalah berkurangnya risiko dan kerugian akibat bencana, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam melakukan evakuasi dan penanganan awal secara mandiri, serta terwujudnya Desa Wates sebagai desa yang lebih aman, tangguh, dan berketahanan terhadap ancaman tanah longsor maupun kekeringan.(rh)
