
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, dengan dukungan BPBD Kabupaten Ponorogo, melaksanakan kegiatan Pembentukan dan Pelatihan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan ini akan berlangsung selama enam hari ke depan dengan pendampingan langsung dari para fasilitator. Selama proses pelatihan, peserta akan memperoleh materi mengenai pengurangan risiko bencana, pemetaan ancaman dan kerentanan, penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat kelurahan, hingga pelaksanaan simulasi kesiapsiagaan.
Kelurahan Kepatihan dipilih sebagai lokasi pembentukan DESTANA karena memiliki potensi ancaman bencana banjir. Wilayah ini pernah terdampak banjir pada Desember 2024, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.

Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) merupakan upaya untuk membangun masyarakat yang mampu mengenali ancaman bencana di wilayahnya, mengurangi risiko yang ada, serta memiliki kemampuan melakukan kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Melalui pembentukan dan pelatihan ini diharapkan terbentuk tim relawan Kelurahan Tangguh Bencana yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana. Selain itu, tersusun dokumen kajian risiko bencana, rencana penanggulangan bencana, rencana aksi pengurangan risiko bencana, serta rencana evakuasi yang dapat menjadi pedoman bagi pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.
Dengan terbentuknya DESTANA di Kelurahan Kepatihan, diharapkan terwujud masyarakat yang lebih tangguh, siap, dan mandiri dalam menghadapi bencana sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan serta keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin.(rh)
