
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mencatat sebanyak 68 kejadian bencana terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo hingga 28 Februari 2026. Data yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) menunjukkan bahwa tanah longsor menjadi bencana paling dominan sepanjang awal tahun ini.
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Ponorogo, bencana tanah longsor tercatat sebanyak 31 kejadian. Selain itu, terdapat 20 kejadian banjir, 15 kejadian cuaca ekstrem, serta 2 kejadian gempa bumi. Kejadian-kejadian tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Ponorogo dengan tingkat dampak yang berbeda.
Sejumlah kecamatan tercatat memiliki intensitas kejadian bencana cukup tinggi. Kecamatan Sawoo menjadi wilayah dengan kejadian tanah longsor terbanyak yakni enam peristiwa. Sementara itu, Kecamatan Balong mencatat lima kejadian banjir, dan Kecamatan Jambon mengalami empat kejadian banjir serta dua tanah longsor.
Selain itu, beberapa kecamatan lain juga tercatat mengalami berbagai jenis bencana, seperti Kecamatan Ngrayun yang mengalami tujuh tanah longsor dan dua gempa bumi. Kecamatan Sambit tercatat mengalami dua tanah longsor, dua cuaca ekstrem, serta satu gempa bumi. Di sisi lain, Kecamatan Ponorogo, Sampung, dan Jenangan juga mengalami kombinasi bencana seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga gempa bumi.
BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di wilayah yang rawan longsor dan banjir. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian bencana kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.(rh)
