
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menyalurkan bantuan logistik kepada sejumlah warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah pada Jumat, 6 Maret 2026. Bantuan diberikan kepada warga terdampak angin kencang di Desa Suren, Kecamatan Mlarak serta Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, dan kepada warga terdampak tanah longsor di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo.
Penyaluran bantuan dilakukan setelah BPBD melakukan asesmen lapangan terhadap kejadian bencana yang terjadi pada awal Maret 2026. Di Desa Suren, Kecamatan Mlarak, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang pada Selasa, 3 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WIB mengakibatkan bagian belakang rumah milik Sodikan (71) di RT 003 RW 002 roboh. Rumah tersebut dihuni satu keluarga dengan empat jiwa. Saat ini puing-puing bangunan yang roboh telah dibersihkan melalui kerja bakti warga.
Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi di Dukuh Krambil, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 17.45 WIB. Longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan tanah menjadi gembur. Material longsor dari belakang kandang kambing milik Marjito menimpa tembok samping rumah milik Toiman yang berada di bawahnya sehingga mengalami kerusakan ringan. Warga bersama tim di lapangan telah melakukan pembersihan material longsor dan menutup titik longsoran menggunakan terpal.

Selain itu, angin kencang juga menyebabkan kerusakan rumah warga di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo. Hujan deras disertai angin kencang pada Selasa, 3 Maret 2026 menyebabkan bangunan semi permanen milik Jito roboh pada bagian samping, sementara atap dapur rumah milik Sugeng rusak terbawa angin. BPBD juga menyalurkan bantuan kepada warga lain di desa tersebut, yakni Sujito dan Sukarni yang rumahnya terdampak angin kencang.
Bantuan logistik yang disalurkan antara lain paket lauk pauk, paket siap saji, paket sembako, tambahan gizi, peralatan makan, paket kebersihan, family kit, sandang pria dan wanita, selimut, terpal, serta kompor. Proses distribusi bantuan di beberapa titik dilakukan secara manual karena kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi rumah terdampak akibat kondisi jalan yang sempit dan sebagian mengalami amblas.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kabupaten Ponorogo bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat melakukan asesmen, koordinasi, serta kerja bakti pembersihan material bencana. Hingga saat ini kondisi di lokasi telah berangsur kondusif dan tidak ada laporan korban jiwa dari kejadian tersebut.(rh)
