
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo terus mengupayakan penanganan bencana longsor di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, melalui langkah terkoordinasi lintas instansi. Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana yang digelar di Ruang Bantar Angin, Kamis (15/1).
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kaji cepat di lokasi terdampak serta menginventarisasi riwayat penanganan sebelumnya. BPBD juga menyiapkan dua skenario penanganan, yakni melalui mekanisme kedaruratan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) dengan dukungan material dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
Dalam rapat tersebut, BPBD Ponorogo juga menegaskan komitmennya untuk mendorong penanganan jangka panjang yang berkelanjutan. Menindaklanjuti masukan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), penanganan talud dinilai tidak lagi memungkinkan, sehingga alternatif pembangunan jembatan permanen menjadi opsi yang lebih aman dan fungsional bagi masyarakat.
BPBD Ponorogo menilai kebutuhan penanganan darurat sangat mendesak mengingat akses jalan yang terdampak merupakan jalur penghubung antarwilayah dan berpengaruh langsung terhadap aktivitas warga, termasuk akses pendidikan. Oleh karena itu, BPBD akan segera melengkapi prosedur administrasi dan teknis untuk pengajuan skema rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan permanen agar penanganan bencana di Wagir Lor dapat segera direalisasikan.(rh)
