
Sejumlah personel BPBD Kabupaten Ponorogo disiagakan untuk melakukan pemantauan, pengamanan, kaji cepat, serta distribusi logistik darurat kepada warga terdampak banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya menyusul cuaca ekstrem pada 1–2 Januari 2026.
Berdasarkan rekap kaji cepat BPBD, bencana yang terjadi meliputi tanah longsor, banjir luapan, angin kencang, serta kerusakan infrastruktur di Kecamatan Slahung, Bungkal, Balong, dan Sawoo.
Di Kecamatan Slahung, pohon tumbang di Dukuh Gembes, Desa Slahung, merusak sebagian atap rumah milik Ganimin dan telah dievakuasi. Tanah longsor di Dukuh Kowang, Desa Senepo, mengakibatkan rumah milik Wakit rusak berat dan satu warga, Yuli Fitriyani, mengalami cedera pada kaki.
Di Kecamatan Bungkal, tanggul jebol di Dukuh Bogem, Desa Bedi Kulon, sepanjang 8 meter menyebabkan sekitar 20 hektare sawah terendam. Banjir luapan juga menggenangi jalan, pekarangan, serta lahan pertanian di Desa Bedi Kulon dan Dukuh Duwet, Desa Bancar.

Di Kecamatan Balong, banjir luapan merendam rumah warga dan jalan di Dukuh Krajan, Desa Ngampel, serta menyebabkan sekitar 10 hektare persawahan terendam. Tanggul jebol di Dukuh Buthung, Desa Bajang, menggenangi jalan dukuh, SDN Bajang, dan sekitar 20 hektare sawah. Tanah longsor juga terjadi di Dukuh Karensan, Desa Dadapan, mengakibatkan talud sungai ambrol. Di Desa Bajang, luapan sungai pada malam 1 Januari 2026 turut berdampak pada rumah warga di Dukuh Mantren, Dukuh Doplang, dan Dukuh Taro, Desa Bajang.
Sementara itu, di Kecamatan Sawoo, pohon tumbang di Jalan Selatan Balai Desa Grogol telah berhasil dievakuasi dan kondisi kembali normal.
BPBD Ponorogo melaporkan kondisi banjir luapan di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, saat ini berangsur surut. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor apabila terjadi bencana susulan.(rh)
