
Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, turun langsung meninjau lokasi tanah longsor di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, pada Kamis (20/11). Dalam kunjungannya, Plt. Bupati bersama BPBD Ponorogo menyalurkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak serta memastikan proses penanganan berjalan cepat dan aman.
BPBD Ponorogo juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan poros desa dan menimbun rumah warga. Upaya ini dilakukan setelah longsor terjadi pada Rabu (19/11) sekitar pukul 15.54 WIB akibat hujan berintensitas sedang hingga tinggi selama lebih dari tiga jam.
Tebing setinggi 10 meter dan panjang 20 meter runtuh, menimbun total rumah milik Marjuki dan merusak berat rumah milik Jumirin. Kerugian materiel juga mencakup tiga unit kendaraan roda empat (R4) dan empat unit kendaraan roda dua (R2) yang rusak akibat tertimbun material longsor. Satu pengguna jalan turut menjadi korban dan telah dirujuk ke RSUD dr. Harjono Ponorogo.

Petugas BPBD yang tiba lebih dahulu langsung melakukan kaji cepat, memberikan imbauan evakuasi kepada warga sekitar, serta menyiagakan personel di lokasi mengingat kondisi tanah yang masih labil.
BPBD Ponorogo melakukan pemetaan lanjutan di area longsoran untuk memastikan keamanan proses pembersihan. Hasilnya: 1. Terdapat retakan di atas longsoran dengan panjang 56,62 meter; 2. Material longsoran berada dalam kondisi stabil, sehingga pembersihan menggunakan alat berat dapat dilakukan dengan aman; 3. Kerja bakti tengah berlangsung, melibatkan warga, TNI, BPBD, Polri, Dinsos, Kecamatan Pulung, serta Pemerintah Desa Wagir Kidul.
Pagi ini, alat berat mulai mengeruk material longsor setinggi lima meter yang menutup akses jalan poros desa. Tim gabungan terus bekerja untuk membuka kembali jalur transportasi serta memastikan tidak ada ancaman longsor susulan.

Selain pengerahan alat berat, BPBD Ponorogo bersama Plt. Bupati Lisdyarita juga menyerahkan bantuan darurat kepada warga terdampak.
Tercatat, dua kepala keluarga (6 jiwa) penghuni rumah Marjuki dan dua kepala keluarga (5 jiwa) dari rumah Jumirin terdampak langsung dalam peristiwa ini.
BPBD Ponorogo menetapkan status darurat bencana dan terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Tim gabungan dari berbagai unsur masih bersiaga untuk memastikan keselamatan warga serta mencegah potensi bencana lanjutan.(rh)
