
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo dengan dukungan BPBD Provinsi Jawa Timur dan Siap Siaga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tahap kedua dalam rangka penyusunan Rencana Penanggulangan Daerah (RPB) Kabupaten Ponorogo tahun 2025–2029 bertempat di ruang pertemuan Ndalem Katong Guest House pada Selasa (18/11).
Kegiatan yang berlangsung dengan melibatkan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga terkait penanggulangan bencana, akademisi, serta unsur dunia usaha tersebut menjadi forum penting untuk memperkuat arah kebijakan penanggulangan bencana lima tahun ke depan.

FGD tahap kedua ini bertujuan untuk menginventarisasi program, kegiatan, serta potensi dukungan dari masing-masing OPD dan lembaga guna memperkuat upaya kesiapsiagaan, mitigasi, dan respons bencana di Ponorogo. Melalui proses ini, diharapkan adanya sinkronisasi antara program daerah dan kebutuhan penanggulangan bencana yang terus berkembang, mengingat Ponorogo termasuk wilayah dengan kerentanan bencana cukup tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Evan Fardianto dari Kementerian Dalam Negeri turut memberikan paparan kepada pemerintah daerah mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Bencana. Materi tersebut menjadi acuan penting agar penyusunan RPB selaras dengan ketentuan nasional sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan penanggulangan bencana di daerah.
Hasil FGD akan menjadi bahan dalam penyusunan dokumen RPB 2025–2029 yang nantinya menjadi panduan strategis bagi pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana serta memperkuat ketahanan masyarakat. BPBD Ponorogo berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat menciptakan langkah penanggulangan bencana yang lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.(rh)
