BPBD Ponorogo Lakukan Asistensi Kedua Dokumen Kajian Risiko Bencana di BNPB

BPBD Kabupaten Ponorogo melaksanakan asistensi kedua terhadap dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) pada Senin (6/10), bertempat di INA-DRTG Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sentul, Kabupaten Bogor.

Kegiatan asistensi tersebut difasilitasi oleh Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB. Dalam kesempatan itu, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, S.Pt., M.P., M.A., M.Ec.Dev, memaparkan hasil kajian yang telah disusun bersama tim tenaga ahli dari Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kajian Risiko Bencana merupakan dokumen penting yang memuat identifikasi potensi ancaman, kerentanan, serta kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Dokumen ini menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan penanggulangan bencana di tingkat daerah.

Dari hasil asistensi tahap kedua ini, tim dari BNPB memberikan beberapa catatan penting. Salah satunya adalah perlunya perbaikan pada peta bahaya bencana, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber data serta penelusuran kembali history kejadian bencana yang pernah terjadi di Kabupaten Ponorogo.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti masukan tersebut agar dokumen KRB Ponorogo dapat disempurnakan dan memenuhi standar nasional yang ditetapkan oleh BNPB.

“Kami berkomitmen untuk menyusun dokumen kajian risiko bencana yang akurat dan komprehensif, sebagai dasar penguatan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Ponorogo,” ujarnya.

Melalui asistensi ini, diharapkan BPBD Ponorogo dapat menghasilkan dokumen KRB yang valid dan aplikatif, sehingga dapat menjadi acuan dalam pembangunan daerah yang berketahanan terhadap bencana.(rh)