
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan hutan petak 44 dan 45 E RPH Karangpatihan, BKPH Ponorogo Barat, KPH Lawu, Desa Ngendut, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Peristiwa ini pertama kali diketahui pada Senin, 22 September 2025, dan api sempat merembet pada keesokan harinya, Selasa, 23 September 2025.
Berdasarkan laporan dari Perhutani, jenis tanaman yang terbakar adalah alba campur dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 2 hektare. Meski sempat meluas, hingga Selasa sore api mulai mengecil dan berada jauh dari permukiman warga, sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap penduduk sekitar.
“Tim gabungan dari berbagai unsur segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan upaya pemadaman. Saat ini kondisi api sudah mulai terkendali,” ungkap Agung Prasetyo Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo.

Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Perhutani. Sementara itu, akibat karhutla ini sempat muncul kepulan asap tebal, namun belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil selain kerusakan vegetasi hutan.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Ponorogo menerjunkan sejumlah personel, di antaranya Kepala Bidang Kedaruratan Dan Logistik beserta Tim TRC-PB BPBD Ponorogo. Selain itu, turut bergabung Perhutani, Agen Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur, Polsek Balong, relawan, serta warga sekitar. Beberapa peralatan yang digunakan dalam operasi penanganan meliputi alat gepyok dan senter untuk membantu pemadaman dan pemantauan di lapangan. Kondisi terkini api sudah padam pada pukul 01.19 WIB tanggal 24 September 2025.
BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika melihat adanya tanda-tanda kebakaran, terutama mengingat musim kemarau yang meningkatkan risiko karhutla.(rh)
