BPBD Ponorogo dan Sekolah Pascasarjana UGM Lakukan Survei Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat di 307 Desa/Kelurahan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan survei Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM) dalam rangka penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Ponorogo Tahun 2025–2029.

Kegiatan survei berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Juli 2025, dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo, mencakup 307 desa dan kelurahan. Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing, serta mengidentifikasi kapasitas lokal dalam penanggulangan bencana.

Metode yang digunakan dalam survei ini adalah melalui aplikasi InaRISK yang dikembangkan oleh BNPB, serta pendekatan peta partisipatoris, yang memungkinkan masyarakat berkontribusi langsung dalam pemetaan risiko bencana berbasis kondisi aktual dan pengalaman lokal.

Hasil survei ini akan menjadi dasar penting dalam penyusunan dokumen Kajian Risiko Bencana, guna memperkuat strategi mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat desa. Keterlibatan aktif masyarakat dalam survei ini menjadi kunci untuk menghasilkan data yang akurat dan aplikatif.

Sementara itu, tim dari Sekolah Pascasarjana UGM menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi akademik untuk mendukung pemerintah daerah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang adaptif dan berbasis data.

Dengan dilaksanakannya survei ini, diharapkan Ponorogo dapat memiliki dokumen KRB yang lebih komprehensif dan responsif terhadap tantangan kebencanaan di masa depan.(rh)