85 Kejadian Bencana Terjadi di Ponorogo hingga April 2025, Longsor Dominasi

BPBD Ponorogo mencatat sebanyak 85 kejadian bencana terjadi di Kabupaten Ponorogo sejak tanggal 1 Januari wilayah hingga 30 April 2025. Data ini menunjukkan bahwa bencana tanah longsor menjadi yang paling dominan dengan 41 kejadian, diikuti oleh banjir sebanyak 37 kejadian, dan cuaca ekstrem sebanyak 7 kejadian.

Berdasarkan sebaran wilayah, bencana paling banyak tercatat terjadi di Kecamatan Balong dengan 14 kasus banjir, disusul Kecamatan Slahung yang mengalami 11 kejadian tanah longsor dan 1 banjir. Sementara itu, Kecamatan Bungkal mencatat 9 kejadian banjir dan 2 longsor.

Kecamatan Ngrayun juga menjadi salah satu daerah terdampak cukup parah dengan 9 kejadian tanah longsor dan 1 banjir. Sementara Kecamatan Ngebel mengalami 8 kejadian tanah longsor dan 2 cuaca ekstrem.

Selain itu, beberapa kecamatan lain juga turut melaporkan kejadian bencana seperti : Pulung (3 tanah longsor, 1 cuaca ekstrem), Sawoo (2 tanah longsor, 1 banjir), Sooko (3 tanah longsor), Sambit (1 tanah longsor, 1 banjir), Ponorogo (2 banjir)

    Kecamatan Jetis, Siman, Jambon, Kauman masing-masing mencatat 1 hingga 3 kejadian banjir.

    BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan bencana seperti daerah perbukitan dan bantaran sungai. Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.(rh)