BPBD Ponorogo Lakukan Penghijauan Di Lahan Kritis Dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana Kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui BPBD Ponorogo melaksanakan kegiatan mitigasi bencana kekeringan dengan melakukan penghijauan pada hari Selasa 11 Februari 2025. Kegiatan tersebut mengambil lokasi di Dukuh Guyangan Desa Tugurejo Kecamatan Slahung. Dukuh Guyangan adalah salah satu wilayah yang mengalami bencana kekeringan pada tahun 2024 yang mendapat penanganan darurat distribusi air bersih oleh BPBD Ponorogo.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita beserta Kepala DLH Ponorogo, Asisten Pemerintahan Dan Kesra, jajaran Forkopimcam Slahung, Pemdes Tugurejo, Destana Tugurejo, PMI, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat turut hadir dan melakukan penanaman bibit pohon buah-buahan di lapangan Dukuh Guyangan.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, S.Pt. M.P. M.A. M. Ec. Dev dalam laporannya kepada Bupati Ponorogo menyampaikan dalam kegiatan kali ini akan ditanam 4.550 bibit pohon buah berbagai jenis di Dukuh Guyangan sebagai upaya mitigasi bencana kekeringan. “Penghijauan di Dukuh Guyangan Desa Tugurejo ini adalah upaya untuk mengurangi risiko bencana kekeringan, ini adalah kali kedua setelah sebelumnya BPBD Ponorogo dengan sinergi dari berbagai pihak melaksanakan kegiatan serupa di Desa Duri,” ungkapnya.

Bibit pohon untuk kegiatan penghijauan ini didapatkan dari bantuan BPBD Provinsi Jawa Timur dan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Kerja Pacitan.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Giri mengatakan, penghijauan harus ditindaklanjuti dengan perawatan yang berkelanjutan. “Tanaman yang kita tanam hari ini manfaatnya baru bisa kita rasakan lima sampai sepuluh tahun lagi, maka dari itu kita harus bersama-sama serius dalam merawatnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Ponorogo meminta kepada warga masyarakat untuk rajin menanam pohon. “Kita hijaukan Kabupaten Ponorogo dengan rajin menanam pohon, contohnya kita akan inisiasi setiap pasangan yang akan menikah untuk menanam satu pohon,” ungkapnya.

Menurutnya penghijauan di lahan yang kritis dapat memperbaiki cadangan air dalam tanah sehingga tidak lagi terjadi krisis air bersih saat musim kemarau.