
Pada hari Rabu 25 Desember 2024, bertempat di Ruang Bantarangin Setda Kabupaten Ponorogo, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Dampak Bencana Banjir yang terjadi pada 15 – 16 Desember 2024 lalu. Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, Kepala Dinas Sosial P3A, perwakilan Dinas LH, Dinas PUPKP, Polres Ponorogo, dan Kodim 0802 Ponorogo. Turut hadir beberapa Camat yang wilayahnya dilintasi aliran Sungai Sono dan Sungai Keyang serta 14 organisasi relawan di Ponorogo.
Evaluasi atas kinerja penanganan dampak bencana banjir selama seminggu pasca kejadian menyimpulkan tiga hal, sebagai berikut :
1. Puluhan tanggul jebol sepanjang Sungai Sono, Sungai Keyang dan Sungai Sobo telah diselesaikan perbaikannya secara kedaruratan dengan sandbag dan geobag yang diperkuat dengan patok-patok serta sebagian lain dengan bronjong,
2. Pembersihan sampah di sepanjang aliran Sungai Sono, Sungai Keyang dan Sungai Sobo yang dikerjakan secara kerjabakti berbagai elemen masyarakat dan sebagian dikerjakan dengan escavator ternyata belum menunjukkan hasil maksimal akibat beberapa kendala antara lain aliran sungai sangat deras dan Bu ukuran sampah rumpun (dapuran) bambu sangat besar.
3. Pembersihan rumpun (dapuran) bambu yang besar dan di lokasi aliran sungai yang deras dan berbahaya hanya bisa dilakukan oleh operator chainsaw yang handal dengan memiliki keterampilan tambahan water survival.

Untuk menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut maka rapat memutuskan bahwa pembersihan rumpun (dapuran) bambu akan dilakukan oleh operator chainsaw yang ahli dan sekaligus memiliki keterampilan water survival. Tim tersebut dihimpun dari berbagai potensi di OPD (yaitu BPBD, Dinas PUPKP, dan Dinas LH) dan organisasi relawan yang ada di Kabupetan Ponorogo, serta personal dari Polres dan Kodim 0802 Ponorogo. Organisasi relawan yang tergabung antara lain : RAPI, TREP, MDMC, LPBI NU, MAHIPA UMPO, PMI, GKJW, RESPON, REYOG 4×4, MAPALA PASCA IAIN, SAR MTA, ISLAMIC CENTER, TAGANA, BANSER.
Tim direncanakan mulai bekerja pada Jumat 27 Desember 2024 menyisir rumpun (dapuran) bambu di sepanjang Sungai Sono dan Sungai Keyang.
