
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) beserta perahu karet untuk membantu pengamanan pelaksanaan tradisi Larung Sesaji di Telaga Ngebel, Selasa (16/6/2026). Kehadiran personel dan sarana tersebut bertujuan memastikan kegiatan budaya tahunan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dalam prosesi larungan, setidaknya tiga buceng agung dilarung ke tengah Telaga Ngebel sebagai simbol ungkapan syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil alam. Selain itu, terdapat 22 buceng yang diperebutkan warga. Buceng-buceng tersebut berisi aneka hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, serta ikan nila yang disusun menyerupai gunungan.
Tim BPBD Ponorogo melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi kegiatan, terutama saat prosesi pelarungan di perairan telaga yang melibatkan banyak peserta dan pengunjung. Perahu karet disiagakan untuk mendukung keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan bahwa tradisi larung sesaji merupakan upaya nguri-uri atau melestarikan budaya warisan leluhur. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas kekayaan alam yang melimpah serta diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata Telaga Ngebel.(rh)
