
Pada musim kemarau tahun 2024 ini, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo mengintruksikan TRC-PB untuk melakukan survey dan pendataan potensi bencana kekeringan di wilayah Ponorogo. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal kesiapan menghadapi bencana alam kekeringan.
Survey dan pendataan dilakukan di 13 desa di 6 kecamatan. Personil TRC-PB mendatangi rumah dan sumber air warga untuk memastikan secara langsung ketersediaan air bersih untuk keperluan konsumsi warga.

Dari hasil survey dan pendataan ditemukan ketersediaan air bersih di beberapa dukuh di 7 desa sudah mulai terbatas, antara lain : Desa Duri Kecamatan Slahung Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon, Desa Krebet Kecamatan Jambon, Desa Belang Kecamatan Bungkal, Desa Watuagung Kecamatan Badegan, Desa Karangpatihan, Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung.
Sedangkan pada 6 Desa lainnya, ketersediaan air bersih mulai berkurang namun masih mencukupi untuk satu bulan kedepan.
BPBD Ponorogo menghimbau warga masyarakat Ponorogo khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami bencana alam kekeringan untuk mulai menghemat air bersih dan segera melaporkan kepada BPBD Ponorogo apabila ketersediaan air bersih untuk kebutuhan konsumsi harian sudah tidak mencukupi.(rh)
