{"id":10436,"date":"2024-01-18T07:42:07","date_gmt":"2024-01-18T00:42:07","guid":{"rendered":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/?p=10436"},"modified":"2024-01-19T07:44:13","modified_gmt":"2024-01-19T00:44:13","slug":"gubernur-jatim-resmikan-huntara-kampung-indah-puncak-kip-desa-tumpuk-sawoo-kabupaten-ponorogo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/?p=10436","title":{"rendered":"GUBERNUR JATIM RESMIKAN HUNTARA KAMPUNG INDAH PUNCAK (KIP) DESA TUMPUK SAWOO KABUPATEN PONOROGO"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"853\" src=\"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/IMG-20240117-WA0026.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10437\" srcset=\"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/IMG-20240117-WA0026.jpg 1280w, https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/IMG-20240117-WA0026-300x200.jpg 300w, https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/IMG-20240117-WA0026-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/IMG-20240117-WA0026-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan 56 Hunian Sementara (Huntara), yang terdiri dari 42 unit huntara berada di Kampung Indah Puncak (KIP) Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, dan 14 unit di Kampung Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Rabu (17\/1\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan dua prasasti oleh Gubernur Khofifah, didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Plh Kalaksa BPBD Provinsi Jatim Andhika N Sudigda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Usai meresmikan, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa huntara ini dibangun di tanah Perhutani sebagai upaya relokasi warga terdampak tanah gerak pada awal 2023. Upaya tersebut merupakan langkah yang harus segera dilakukan mengingat penurunan tanah hampir menyentuh satu meter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">\u201cTahun lalu bulan Februari ada kejadian tanah gerak di sini dan itu menjadikan hunian mereka tidak aman. Maka mereka mengungsi di masjid yang juga sekolah di Desa Tumpuk ini. Kemudian komunikasi dan koordinasi terus dilakukan antara Pemprov, Pemkab dan Perhutani untuk mencarikan solusi huntara sebagai relokasi warga ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">\u201cIni adalah tanah Perhutani yang kemudian dipinjampakaikan untuk masyarakat. Tentu kami berharap bahwa huntara ini menjadi pilihan yang bisa memastikan keamanan dan kenyamanan bagi semua penghuninya,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Khofifah berharap, warga dapat merasa betah tinggal di Kampung Indah Puncak dan dapat kembali memulai kehidupan. Ia pun mendoakan agar masyarakat yang tinggal di Huntara ini diberikan kemudahan, kelancaran dan dilimpahkan rizki yang luas dan barokah ke depannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">\u201cDaerah ini diberi nama Kampung Indah Puncak. Maka sesuai dengan namanya semoga indah rezekinya, indah keluarganya, indah masa depannya. Semoga panjenengan kerasan di tempat ini. Ini adalah pintu awal panjenengan memulai kehidupan kembali,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Gubernur Khofifah berharap agar segera ada solusi terkait mata pencaharian para warga. Sebab, kini warga tinggal cukup jauh dari lokasi sumber penghidupan sebelumnya. \u201cSekarang lokasi ini agak menjauh dari lingkungan kerja mereka, itu yang harus dicari solusi. Kita harus memikirkan bagaimana sumber mata pencaharian mereka itu akan tetap tumbuh,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, terkait lokasi Kampung Indah Puncak yang asri dan semangat para warga yang tinggi, Khofifah melihat adanya potensi wisata yang bisa dibangun di kawasan huntara ini. Begitu juga para warga yang dapat diberdayakan untuk mengembangkan ekonomi di kawasan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">\u201cTadi saya melihat cuacanya masih berkabut, sekarang kabut menghilang indahnya makin tampak. Perlu kita pertimbangkan kalau ini bisa dijadikan desa wisata kira-kira desa wisata apa yang potensial, apakah tepat jika wisata Glamping. Mudah-mudahan setelah proses ini ada perencanaan terkait pengembangan desa wisata atau ekonomi tertentu, dibantu tim dari Pemkab untuk mencari potensi terbaik,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Gubernur Khofifah juga berpesan kepada Pemkab Ponorogo dan Perhutani untuk mengembangkan desa wisata atau ekonomi yang sesuai dengan topografi wilayah dengan Desa Tumpuk Kecamatan Sawo dan Desa Bekiring Kecamatan Pulung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">\u201cMasyarakat punya potensi seperti apa yang bisa dikembangkan dan seterusnya perlu dikaji terus, sehingga kalau ada desa wisata di desa ini, maka itu sesuai dengan kemampuan dan semangat masyarakat di sini untuk menumbuh kembangkan desa wisata di tempat tinggal mereka,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">\u201cAda hal lain yang mungkin akan berseiring dengan sektor agro, kita tetap assessment apalah penghuni huntara ini dulunya banyak bekerja di sektor pertanian dan biasanya mereka bekerja menggarap ladang seperti apa, lalu dari situ kita lihat perkebunan apa yang bisa dikembangkan, perkebunan jagung misalnya,\u201d tutur Khofifah menambahkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Di akhir prosesi peresmian, Khofifah meninjau unit-unit huntara yang telah berdiri kokoh dan ditempati oleh warga. Tak hanya itu, ia memberikan suntikan semangat kepada para warga berupa 56 unit kompor gas.(Kominfo Jatim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan 56 Hunian Sementara (Huntara), yang terdiri dari 42 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10437,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10436"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10436\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10440,"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10436\/revisions\/10440"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.ponorogo.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}